Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

BARATAYUDA PERANG NGUDI ADIL LAN BENER



Kacarita nalika semana, saya caked cucuking baris pandhawa lan kurawa, saya katon cetha wela-wela baris lan tetindhihing mungsuh. Kumesar penggalihira rising Dananjaya nalika wuninga lamun mungsuh ira dudu wong liya, ananging para kadang Santana, pepundhen myang sagotra, sakala angles banyuning angga kadya denlolosi.
Awas mulat Sri Bathara Kresna lekasi ingkang rayi dyan Arjuna, sigra mesad marepegi. Sri Kresna sigra andhangu dharunane kang sigra cinaosan wangsulan dening sang Arjuna. “Duh kaka Prabu jimat pepundhen kula, menawi mekaten sumangga kawurungna kewala paprangan punika mumpung

RAMA LAN SHINTA



Rama, Shinta lan Lesmana nglajengaken lampah, mampir-mampir apuruhita dhateng para maharsi, sarta merangi danawa-danawa ingkang agora godha dhateng para tapa.
Duk nalika nagari Mantili wonten Sayembara. Dasamuka ugi tumut ngedegi sayembara, nanging mboten saged angsal kados Rama. Ing manke Dasamuka tampi palapuraning punggawa bilih wonten ing wana wonten satriya andon lelana, akandhi putrid pinunjuling warni. Dasamuka nginten bilih menika Shinta, nedya badhe dipun rebat. Ditya Marica kekasihipun Dasamuka menggak, amargi boten prayogi sanget ngebat garwaning liyan. Kaping kalih satriya Rama boten kenging dipun sumawa. Dasamuka saka langkung duka ditya Marica me dipun pejahi. Marica angasih-asih, menawi Dasamuka pancen boten kersa ndhahar aturipun. Marica lajeng sagah mbiyantu kalampaing sedya.

Cerpen PASRAH



Najan ana ing pinggire jurang kang cerung, dheweke rumangsa aman, amarga wis adoh saka kutha. Anggone mlayu direwangi nasak-nasak metu alas nganti tekan sapinggire jurang tansah nggawa rasa was lan kuwatir
Pawongan iku aran Tomin. Bisa lolos saka panggrebege polisi. Nalika dheweke ngampok ing omah gedhong ana kutha, wis ana telung dina telung bengi anggone mlaku tansah dhedhemitan.
“Yen aku nenggalke papan kene ateges aku pasrah marang sing berwajib, kamonggko wetengku krasa kaliren, njur apa sing arep dakpangan, najan aku nggawa dhuwit akeh leh ku ngrampok, “ grenenging karo mapan lungguh, nyawang mengisor krungu swara kemricike banyu kali kang buthek.

Cerpen Durung Kelair



Narwan atine goreh, libur panjang sesasi iki arep mulih apa ora? Nek ora, rasane kok wis kangen banget marang swasana ngomah, desa kluthuk sing adoh keramean, nek bengi isih krungu swara kodhok sesautan. Ning anggere kelingan welinge ibune sing wanti-wanti atine banjur mbleret.
Bus Sastro ibune Narwan, ora seneng anake lanang caket lan kepara raket karo Ningsih bocah tangga desa. Keluargane Ningsih sing saka kutha lan uripe modern. Narwan sing calon guru olahraga kuwi, nalika isih ana ngomah, sik dijaluki tulung ibune Ningsih, ngajari renang, tenes lan apa wae sing

CERPEN “ALIT” LAKI LAKI DUA JENGKAL



Pada suatu hari, ki Manku dan Ni sekar sedang bekerja di lading milik mereka. Tidak disangka mereka menemukan seorang bayi diantara semak semak. Bayi itu laki-laki, namun besarnya hanya sekepal tangan orang dewasa.
Ki mangku dan istrinyha merasa sangat bahagia menemukan seorang bayi karena mereka tidak mempunyai anak. Mereka mengangkat bayi itu sebagai anak mereka. Bayi itu diberi nama Alit yang artinya kecil.
Sepuluh tahun berlalu tetapi tubuh Alit tidak setinggi anak-anak seusianya. Tubuhnya hanya setinggi dua jengkal orang dewasa. Orang-orang sering mencemooh Alit. Mereka menganggap Alit tak sama dengan mereka dan tak berguna.
Pada suatu hari Alit berdiri di depan cermin. Diamatinya tubuhnya

Cerpen TOPENG HITAM



Keluargaku baru saja pindah ke rumah baru kami. Teman-temanku mulai suka berkumpul di basement rumah kami. Tempat itu sebelumnya adalah tempat penyimpanan barang-barang orang yang tinggal di rumah ini sebelumnya. Dan menjadikannya seperti tempat rekreasi bagi kami.
Aku, Bill, Julie dan Valery suka bermain di situ. Bill berbadan besar, rambutnya berwarna pirang, wajahnya berbintik-bintik. Ia berlatih di GymDad. Ia suka memamerkan kekuatannya. Bill alerti terhadap banyak hal. Baru saja kami turun, ia sudah mulai bersin.
Valery orangnya tidak bisa diam. Ia selalu menelepon teman-temannya, lalu membuat rencana-rencana gila untuk membuat berton-ton uang. Tetapi tidak pernah ia wujudkan.
Aku? Adalah si cebol pendek dalam

Cerpen CINCIN ALFROS



“Craak…” mata cangkul Alfros menghantam sesuatu. Ada letikan api berpijar. Alfros terkejut sekaligus berbunga hatinya. Mimpinya semalam ternyata bukan hanya bunga tidur.
“Alfros, di tanah persawahan tersimpan sepasang cincin bertuah. Ambil dan rawatlah bila kau menginginkan sesuatu, gosoklah sepasang cincin itu. Kau akan mendapatkan sesuatu yang kau impikan, “ begitulah pesan itu diterima lewat mimpi.
Direngkuhnya sepasang mimpi yang masih berselimut tanah sawah itu. Lalu dicucinya cincin yang katanya bertuah itu. Cincin itu terlihat mulai dimakan karat.
Setelah bersih, ditimang-timangnya kedua cincin itu. Seraut kebimbangan

Cerpen Abu Nawas jadi Dukun Dadakan



Tidak pernah habis akal busuk Abudahi untuk mencelakakan Abunawas. Entah apa yang inginkan oleh Abudahi dengan memfitnah Abunawas kali ini.
Siang itu, Abudahi  menghadap raja dan mengatakan bahwa Abunawas menjadi dukun dadakan. Tentu saja, raja sangat heran dengan cerita Abudahi itu. Bahkan sepulang menghadap raja, Abudahi terus menceritakan perihal Abunawas kepada semua orang yang dijumpainya,
“ Abunawas sekarang menjadi dukun yang perbuatannya kearah yang tidak mempercayai Tuhan,” kata Abudahi, meyakinkan orang “ dalam waktu singkat

Abu Nawas Menjebak Pencuri Domba



Untuk persiapan hari raya Qurban, abu nawas membeli seekor anak domba. Anak domba tersebut rencananya akan dipelihara dan dijual pada hari Raya Qurban nanti. Diharapkan anak domba tersebut sudah menjadi  gemuk daan besar pada saatnya nanti.
“Tentu harganya mahal !” namun Abunawas “Dan aku pasti untung besar.” Tapi untung tak diraih, malang tak dapat ditolak. Belum dua hari Abunawas memeliharanya, tiba-tiba anak domba itu hilang dicuri orang. Dapat dibayangkan betapa sedihnya hati Abunawas.
“Tega benar pencuri itu padaku,” gumam Abunawas “ Padahal aku membelinya dengan susah payah.”
Berhari-hari Abunawas mencarinya, tapi tidak ketemu juga. Dari pengamatannya, pencuri domba

CERPEN ZIARAH



Turun dari sebuah bis  di terminal terakhir, lelaki itu  menjejakkan kakinya dengan tubuh gemetar. Seluruh tubuhnya terasa lemas, ringan  dan serasa terbang. Tanpa menghiraukan keramaian, ia bersujud, mencium aspal terminal 3 kali. Dibantu oleh istrinya, ia perlahan bangkit. Wajahnya telah dibasahi air mata yang mengalir tak tertahankan. Lelaki itu berjalan dengan langkah teratur. Pelan sekali, tiap langkah penuh makna, matanya liar berkeliling mencermati sekitarnya.
Di pintu keluar, lelaki itu berhenti sejenak,

BILA HATI MULAI BERNYANYI




Ruang pameran itu tidak begitu penuh dikunjungi orang hingga tempat yang kecil itu tak hendak meledak. Berulang kali Pri  melayangkan pandanganya ke sudut sana. Pokoknya, gadis itu punya pesona tersendiri, punya daya tarik tersendiri, punya magnet yang bisa mengajak mata untuk selalu menatapnya. Sebenarnya sih. Sedehana saja penampilannya. Tetapi ia tampak istimewa dengan pakaian seragam seperti itu.
Kadang-kadang pandang mata Pri terhalang beberapa pengunjung, kadang juga asap rokok mengaburkan pandangannya gadis itu juga sering beringsut hingga mata Pri